MBG Terlambat Dibagikan hingga Malam, BGN Nonaktifkan Sementara 2 SPPG di Sulsel

MBG Terlambat Dibagikan hingga Malam, BGN Nonaktifkan Sementara 2 SPPG di Sulsel

BGN tindak tegas 2 SPPG di Sulsel yang telat mengirim Makan Bergizi Gratis hingga malam. Operasional diberhentikan sementara demi investigasi SOP dan kualitas pangan bagi siswa sekolah.--BGN

HARIAN DISWAYBadan Gizi Nasional (BGN) resmi menonaktifkan sementara operasional dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sulawesi Selatan. Keputusan ini diambil setelah ditemukan keterlambatan distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga malam hari.

Sebuah postingan dari akun X @dunia kegelisahan menyoroti keterlambatan SPPG dalam membagikan MBG. Keterlambatan ini terjadi pada tanggal 13 Maret 2026 sekitar pukul 23.00 WITA di SMAN 23 Makassar

Menanggapi hal tersebut, BNG mengambil sikap tegas dengan memberhentikan sementara  dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sulawesi Selatan, yakni SPPG Kota Makassar Biringkanaya Sudiang 2 dan SPPG Pangkajene dan Kepulauan Bungoro Samalewa 1. 

Keputusan suspend ini  berlaku mulai hari ini, 16 Maret 2026 hingga waktu yang belum ditentukan guna keperluan investigasi mendalam. 

BACA JUGA: 2.721 SPPG sempat ditutup sementara - 'Sertifikasi jangan hanya pemenuhan administrasi saja'

BACA JUGA: Puluhan ribu pegawai SPPG akan diangkat jadi ASN, bagaimana nasib guru honorer yang tak punya kepastian kerja? – 'Melukai rasa keadilan'

Berdasarkan hasil pemantauan, keterlambatan ini disebabkan oleh ketidaksiapan bahan baku dan proses pengemasan yang menyimpang dari standar operasional prosedur (SOP). Dampaknya, sejumlah sekolah menerima paket MBG di luar jam operasional. 

Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang, menyampaikan bahwa BGN tidak menoleransi segala bentuk gangguan yang menghambat pelayanan kepada penerima manfaat di sekolah.

“Program MBG adalah program strategis negara yang menyangkut kepercayaan masyarakat. Karena itu setiap pelaksana di lapangan wajib menjalankan SOP secara disiplin, terutama dalam aspek keamanan pangan dan ketepatan distribusi,” kata Nanik di Jakarta, Minggu, 15 Maret.

Nanik menegaskan bahwa keterlambatan distribusi hingga malam hari tidak boleh terulang demi menjaga kualitas layanan bagi siswa. 

BACA JUGA: 717 SPPG di Indonesia Timur akan Segera Disuspend karena Belum Daftar SLHS

BACA JUGA: BGN Hentikan Sementara 47 SPPG karena Menu MBG Tak Layak

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya telah mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional SPPG terkait guna melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola distribusi, manajemen bahan baku, serta kesiapan operasional di lapangan. 

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III BGN Rudi Setiawan, mengungkapkan bahwa investigasi awal menemukan adanya masalah pada pasokan bahan baku yang menghambat rantai distribusi.

“Temuan awal menunjukkan proses pengendalian mutu serta persiapan distribusi belum dijalankan secara optimal, sehingga menyebabkan keterlambatan pengiriman paket MBG kepada penerima manfaat,” jelasnya. 

BGN memastikan paket makanan yang gagal tersalurkan pada hari kejadian tidak akan didistribusikan ulang guna menjaga kualitas pangan. Distribusi dilakukan kembali pada hari berikutnya dengan mengganti bahan makanan yang sudah tidak layak digunakan. 

BACA JUGA: Viral Menu MBG Lele Marinasi Mentah, Pakar Unair: Menyeramkan Jika Masuk Tubuh 

BACA JUGA: Kemenkeu: Serapan anggaran MBG capai Rp44 triliun per 9 Maret 2026

Langkah tersebut dibarengi dengan pembinaan dan evaluasi terhadap pengelola SPPG agar kejadian yang sama tidak terulang kembali.(*)

*) Peserta Magang dari Universitas Trunojoyo Madura. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: